Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA
MALANG RAYA - Terkait buntut dari
pemukulan siswa kelas 7g beberapa waktu yang lalu dengan tempat kejadian
perkara lingkungan sekitar SMP Negeri 2 Kepanjen Kabupaten Malang.
Menurut keluarga korban pemukulan Bu
Sumatri dan Mohammad Hasan selaku orang tua siswa an.Abdurahman Wahid yang
menjadi korban mengatakan pada awak media (16/2) sewaktu dikonfirmasi atas
kejadian yang menimpa putranya tersebut "berawal dari salah paham antara
AW dan A yang menyebabkan ikut campurnya salah seorang pihak keluarga dari A
(yakni kakak dari A yang beralamat di jalan Kauman Kepanjen) hingga berujung
penganiayaan terhadap AW ,dan hal itu terjadi sekitar selasa (6/2) pukul 15.00
Sewaktu korban pulang dari sekolah,tepatnya di depan SMP Negeri 2 Kepanjen agak
ke selatan atau pojok (timur-selatan) luar pagar di hadang pelaku langsung
dipukuli hingga babak belur ".
Masih keluarga korban menambahkan
pada Awak media " saya sangat kaget ,menyesalkan atas kejadian itu, ko
bisa jaman sekarang main pukul seperti itu hingga anak saya luka lebam dimuka
berdarah-darah sampai harus tak bawa ke puskesmas agar segera mendapatkan
pertolongan medis.
Kami orang bodoh dan tidak sekolah
,tapi ya jangan diperlakukan seperti itu dan dari pihak sekolah setelah 2 hari
kejadian baru ada polisi datang untuk mengurus kejadian penganiayaan tersebut,
terus mulai dari kemaren kemana ? ".
sedangkan dari Buntut panjang
penganiayaan tersebut, sekolah mengeluarkan siswa kelas 7g an.Ayu warga Jalan
Kauman Kepanjen yang merupakan adik dari pelaku .
Menurut Dr.H.Didik M selaku Sekda
Kabupaten Malang sewaktu di hubungi awak media (16/2) malam lewat seluler
menegaskan " kalau menurut saya, kalau masih dalam batas kewajaran
anak-anak ,sebaiknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu dan peringatan pada
yang bersangkutan, Nanti saya tindak lanjuti ". Pungkas Sekretaris Daerah
Kabupaten Malang. (Iwn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar