Laporan - M Nur Shodiq
Wartawan
FOKUS BERITA
LAMONGAN - Curah hujan yang tinggi pada Kamis 22 Februari malam kemarin membuat kawasan Jalan Pagarsih RW 2, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupatrn Lamongan kembali tergenang Air.
Salah seorang Warga Achwan (45) mengatakan Derasnya Air hujan yang mengalir di sepanjang Jalan Poros Desa Kawistolegi - Bungkawak Meluber kejalan sehingga sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan yang tidak kunjung reda membuat air terus meluap hingga ke jalan.
"Ya adalah air meluap 30 cm sampai semeteran mah. Paling parah mah yang didepan Mushola ujung selatan dan didepan Balai Desa (Kawistolegi )," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).
Menurut Achwan air baru mulai surut sekitar dua jam. "Baru surut jam sembilanan (21.00 WIB). Soalnya hujan udah mulai reda jam segitu," katanya.
Pantauan Fokus Berita.com sejumlah staf Desa Melakukan kebersihan sejak Jumat pagi mulai membersihkan sisa-sisa Hujan semalam. Staf Desa memungut sampah yang tersangkut dan mengalir di sungai.
Selain itu ada juga petugas yang membersihkan material Hujan yang tersisa di jalanan seperti Sampah dan bebatuan. Proses pembersihan di jalan tersebut dilakukan secara manual oleh Pemdes Kawistolegi .
Pengendara terutama sepeda motor yang melintas di Jalan Poros Desa harus membatasi kecepatannya karena sebagian jalan masih banyak genangan Air sehingga tidak memercik kepengguna jalan. Dikhawatirkan bisa menyebabkan pengendara tergelincir dan Kotor.
Dengan Kondisi jalan semacam itu pemerintahan wilayah Karanggeneng diam dan tutup mata seakan akan bukan kerana dalam pemerintahannya. (Nur S)
LAMONGAN - Curah hujan yang tinggi pada Kamis 22 Februari malam kemarin membuat kawasan Jalan Pagarsih RW 2, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupatrn Lamongan kembali tergenang Air.
Salah seorang Warga Achwan (45) mengatakan Derasnya Air hujan yang mengalir di sepanjang Jalan Poros Desa Kawistolegi - Bungkawak Meluber kejalan sehingga sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan yang tidak kunjung reda membuat air terus meluap hingga ke jalan.
"Ya adalah air meluap 30 cm sampai semeteran mah. Paling parah mah yang didepan Mushola ujung selatan dan didepan Balai Desa (Kawistolegi )," ujarnya kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).
Menurut Achwan air baru mulai surut sekitar dua jam. "Baru surut jam sembilanan (21.00 WIB). Soalnya hujan udah mulai reda jam segitu," katanya.
Pantauan Fokus Berita.com sejumlah staf Desa Melakukan kebersihan sejak Jumat pagi mulai membersihkan sisa-sisa Hujan semalam. Staf Desa memungut sampah yang tersangkut dan mengalir di sungai.
Selain itu ada juga petugas yang membersihkan material Hujan yang tersisa di jalanan seperti Sampah dan bebatuan. Proses pembersihan di jalan tersebut dilakukan secara manual oleh Pemdes Kawistolegi .
Pengendara terutama sepeda motor yang melintas di Jalan Poros Desa harus membatasi kecepatannya karena sebagian jalan masih banyak genangan Air sehingga tidak memercik kepengguna jalan. Dikhawatirkan bisa menyebabkan pengendara tergelincir dan Kotor.
Dengan Kondisi jalan semacam itu pemerintahan wilayah Karanggeneng diam dan tutup mata seakan akan bukan kerana dalam pemerintahannya. (Nur S)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar