Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA
MALANG - Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mewaspadai terjadinya musibah pohon
tumbang. Ini setelah hampir semua ruas jalan di Kabupaten Malang terdapat pohon
peneduh di kanan dan kiri jalan. Terlebih, datangnya bencana angin kencang
sulit diprediksi.
Kepala BPBD Kabupaten Malang,
Bambang Istiawan mengatakan pada wartawan (25/1) " terjadinya pohon
tumbang tidak hanya dikarenakan adanya tiupan angin kencang. Melainkan juga
disebabkan kondisi pohon yang sudah tua sehingga memasuki masa lapuk sehingga
mudah roboh terguyur air hujan.
"Untuk itu, kami mengharap
warga masyarakat hati-hati dan waspada di jalan. Terutama saat turun hujan
disertai angin kencang yang belakangan sering melanda wilayah Kabupaten
Malang," kata Bambang Istiawan.
Di samping itu, mantan Kasat pol PP
ini juga menjelaskan, adanya pemasangan reklame di tepi jalan yang tidak
standar juga patut di waspadai. Karena papan reklame tersebut mudah roboh ke
jalan setelah diterjang angin kencang.
"Yang jelas, masyarakat harus
bisa mengantisipasi segala kemungkinan dalam perjalanan," ungkapnya.
Sementara itu, selama tahun 2017
sampai menjelang akhir tahun , telah terjadi Lebih dari 70 bencana alam di
Kabupaten Malang. Jumlah musibah bencana tersebut mengalami peningkatan
dibanding tahun sebelumnya periode sama yang mencapai 64 bencana alam.
Untuk jumlah bencana tanah longsor,
ungkap Bambang Istiawan, masih cukup mendominasi terjadinya bencana alam di
Kabupaten Malang yang mencapai 32 bencana tanah longsor. Disusul bencana angin
kencang sebanyak 28 kejadian, bencana banjir terjadi 9 kejadian, dan tanah
bergerak sebanyak 2 kejadian.
"Melihat kondisi terjadinya
bencana alam selama tahun 2017 maka pada tahun 2018 dibutuhkan peningkatan
kewaspadaan semua lapisan masyarakat di Kabupaten Malang. Apalagi cuaca ekstrim
dalam musim penghujan yang terjadi sekarang ini potensi terjadinya bencana
cukup besar," pungkasnya. (Iwn/bbg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar