Sabtu, 27 Januari 2018

Menghindari Kerusakan Yang Lebih Parah, Tutup Jalan Jadi Alternatif.


Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA

MALANG - Jalan rusak dan berlubang tak hanya di Kota Malang saja. Di Kabupaten Malang, total panjang jalan rusak malah mencapai lebih dari 2.400 kilometer. Total panjang jalan di kabupaten sekitar 16 ribu kilometer. Sejumlah titik jalan, seperti di Jalan Raya Gunung Kawi, Talangagung, Kepanjen sampai menyebabkan pengendara jatuh.

      Dinas Bina Marga Kabupaten Malang mengaku terus berupaya melakukan pengaspalan ulang kembali bagi jalan dengan kondisi rusak parah dan membahayakan keselamatan pengendara. Jalan Raya Gunung Kawi Talangagung memang belum diperbaiki.

     Namun, beberapa jalan yang sudah diaspal kembali, seperti di Jalan Raya Desa Karangduren, jalan tembus Desa Tangkilasari, Kecamatan Tajinan menuju Kecamatan Pakisaji. Selain itu, juga dilakukan pengaspalan hotmix di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir dan beberapa jalan menuju destinasi wisata, seperti menuju Pantai Balekambang.

     Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Ir. Romdhoni mengatakan (24/1) meski pihaknya telah berulangkali melakukan perbaikan jalan, namun panjang jalan rusak semakin bertambah. Mengingat dinasnya tersebut memiliki keterbatasan anggaran dan juga tanggungjawab pemeliharaan jalan sangat panjang serta membutuhkan biaya besar.

    “Maka dari itu, yang kami prioritaskan perbaikan jalan dengan melakukan hotmix kembali, di beberata titik vital. Seperti Jalan menuju destinasi wisata dan jalan yang sering dilintasi kendaraan,” urai Romdhoni.

     Dia menjelaskan, untuk jalan rusak lainnya, seperti berlobang, untuk sementara ini sebatas di tambal ulang. Kondisi tersebut, diakuinya memang kurang optimal. Lantaran saat ditambal, risikonya akan rusak kembali bila dilintasi kendaraan berat serta tergerus air hujan. “Setidaknya penambalan jalan yang dilakukan tim Sapu Lobang atau Salob ini, bisa sedikit kondisi kerusakan jalan tersebut,” tegas mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini.    Jalan berlubang tersebar di beberapa titik. Seperti di Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Desa Baleasri, Kecamatan Ngajum dan Desa Parangargo Kecamatan Wagir. Di beberapa jalan berlubang tersebut rentan terjadi kecelakaan lalulintas.

   “Maka dari itu, kami melakukan tambal ulang demi keselamatan pengendara,” imbuhnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, kendala dalam memperbaiki jalan rusak yakni anggaran yang ada belum seimbang dengan tugas merawat jalan yang sangat panjang. Total panjang jalan di Kabupaten Malang yakni 16 ribu kilometer.

   “Panjang jalan di Kabupaten Malang ini setara dengan 16 kali Jalan Anyer Panarukan yang melintas di jalur Pantura,” tegasnya.

   Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya dengan mengusulkan beberapa jalan untuk ditingkatkan statusnya supaya menjadi kewenangan provinsi dan mendorong desa turut merawat jalan.

  “Perawatan maupun perbaikan jalan bisa menggunakan DD maupun ADD. Apabila desa juga mengganggarkan perbaikan jalan malah lebih bagus. Selain tugas kami menjadi lebih mudah, desa juga turut memiliki kepedulian serta tanggungjawan merawat jalan,” pungkasnya. 

  Sementara menurut Sabar kasi  pemeliharaan jalan , Sambil menunggu anggaran tahun 2018 turun, kita tutup sementara lubang lubang tersebut, karena selama hujan akan tetep seperti itu . kita tetep berupaya untuk mengatasi hal tersebut supaya lubang lubang jalan tersebut tidak melebar dan semakin parah, jelasnya.   ( bbg/iwn )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar