Sabtu, 27 Januari 2018

KABUPATEN LAMPUNG UTARA MENGAWALI TAHUN 2018, KEMBALI MERAIH PENGHARGAAN



Laporan – Siswanto
Wartawan FOKUS BERITA

LAMPUNG UTARA - Pepatah mengatakan " Siapa yang menanam maka ia jua yang akan menuai hasilnya " Begitupun perjalanan roda Kepemerintahan Kabupaten Lampung Utara di bawah kepemimpinan H. Agung Ilmu Mangku Negara S, STP MH., Dalam mengawali tahun 2018, Bupati muda ini   kembali meraih penghargaan yang ke sekian kalinya. 

Kali ini, penghargaan yang diraih dan di persembahkannya untuk Kabupaten yang berjuluk  BUMI RAGEM TUNAS LAMPUNG adalah penghargaan Adhitya Karya Mahatva Yodha Award tahun 2017 dengan kategori Pembina Umum Terbaik Karang Taruna Kabupaten/Kota.

Dimana dari 15 Kabupaten/Kota Provinsi Lampung, penghargaan tersebut hanya dianugerahkan kepada Bupati Lampura yang menjadi satu-satunya Kepala Daerah Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan tersebut. Penghargaan itu di berikan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Khofifah Indar Parawansa  kepada Bupati Lampura H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP., M.H beserta Kepala Daerah Kabupaten/Kota lainnya di  Ball Room Hotel Sanur, Denpasar, Bali, tadi malam (25/1), Jum'at (26/1/2018).

Diketahui, penghargaan ini diberikan kepada Kepala Daerah atas pencapaian dalam membangun kemitraan dengan pengurus Karang Taruna Kabupaten serta pembinaan dan pemberdayaan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan di Lampura dengan baik. Dari segi koordinasi, kerjasama program, peningkatan kapasitas, komunikasi serta dukungan moril dan materil.

Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Didik Mukrianto, SH, MH menyampaikan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan generasi muda yang berkedudukan di Desa dan Kelurahan. 

Menurut Didik Mukrianto Karang Taruna, merupakan organisasi sosial yang keberadaannya sangatlah penting dalam pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Karang Taruna Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia untuk lingkungan sekitar. Teruslah melakukan yang terbaik, dedikasikan diri kepada masyarakat, berikan layanan sosial sebaik-baiknya,” ujar Didik Mukrianto, di Ballroom Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, kemarin.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan untuk berbangga diri karena Karang Taruna adalah satu-satunya organisasi sosial kepemudaan di Negeri ini yang bisa menembus level RT/RW.

“Bertekad dan bersatu, menekuhkan NKRI harga mati, sampai kapanpun dan dimanapun,” tegasnya.
Sementara, usai menerima Penghargaan tersebut, Bupati Lampura, H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP.,M.H, mengatakan sangat bersyukur karena dukungan dalam menghidupkan organisasi kepemudaan di Kabupaten Lampura mendapat apresiasi dari pemerintah.

“Penghargaan ini juga menjadi salah satu bukti tingginya kepedulian kami sebagai Pemerintah Daerah terhadap kegiatan dan eksistensi Karang Taruna di Lampura. Dukungan dan pembinaan terhadap kepemudaan ini Insha Allah akan terus ditingkatkan sebagai upaya mewujudkan generasi yang berkualitas,” ujar Agung, melalaui sambungan telponnya. ( Sis)

Foto Bupati H. Agung ilmu mangku negara S, STP. MH., mengenakan baju batik biru saat menerima penghargaan dari Menteri Sosial RI Khofifah Indar parawansa

DiBalik Keberhasilan SMK Brantas, Tak Luput Dari Sosok Sederhana H.Sukatno






Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA

MALANG - Ditengah makin gencarnya persaingan dunia Industri akan kebutuhan Sumber Daya Manusia yang kompeten dan siap pakai. Lembaga Pendidikan seringkali kebingungan untuk menemukan formula Guna menyiapkan lulusan yang dicari baik bagi perusahaan dengan skala lokal, Nasional maupun Internasional.

Lain hal nya dengan apa yang sudah persiapkan jauh-jauh hari oleh salah satu SMK di Kabupaten Malang ini, sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sumber Pucung dan berbatasan Kabupaten Blitar ,yakni SMK Brantas yang di Nahkodai Ir.H.Sukatno seorang pensiunan tenaga ahli PLN .

Ir.H.Sukatno menceritakan perjalanan karier di pendidikan pada wartawan (24/1) berawal dari ditunjuk jadi Kepala SMK Brantas beberapa tahun silam oleh yayasan ,Sedangkan saya belum begitu mengenal dengan lika-liku Pendidikan yang di bebankan sebagai tanggung jawab untuk mengembangkan lembaga yang baru berdiri dan tentunya banyak sekali permasalahan mulai dari pembiayaan sekolah, pembinaan guru serta siswa dan lain-lain.

Berbekal hanya dengan keahlian di perusahaan milik Negara tersebut, yang sudah saya geluti puluhan tahun mulai jadi pegawai biasa hingga tenaga ahli serta keinginan yang kuat untuk beribadah dengan melihat situasi dan kondisi masyarakat setempat, maka muncul ide dalam mengelola management SMK Brantas harus menggunakan sistem tersendiri dan tidak sama dengan sekolah lain.

Adapun sistem yang dipakai disini ,yakni memakai dasar Al-Qur an dan Hadist .tentunya dengan ;1- tetap melihat Kondisi masyarakat sekitar yang menjadi wali murid , 2- mendengar keluhan orang tua wali murid akan kenakalan putra-putrinya ,padahal saya yakin semua orang tua punya keinginan agar anaknya jadi orang sukses, 3 - mempelajari akan metode yang mau dipakai agar bisa diterima semua pihak dan endingnya supaya berhasil sesuai cita-cita 'siswa harus betul-betul berkarakter ,mempunyai disiplin yang tinggi, jujur ,kompeten dan target saya sebelum lulus sudah ditunggu dunia Industri, sehingga tidak ada yang namanya siswa lulus menganggur atau tidak bekerja'. Karena kalau semua tersebut terpenuhi, itu sudah satu paket yang dibutuhkan dunia Industri.

Dan mulai beberapa tahun yang lalu, apa yang menjadi impian dan cita-cita mulai menemui keberhasilan dan itu dibuktikan dengan banyaknya para pengusaha yang membuka perekrutan pegawai di SMK Brantas ,sehingga bisa dipastikan bagi anak didik yang baru naik kelas 2 atau kelas 11 saja sudah banyak diinden oleh perusahaan skala Nasional agar setelah lulus bisa langsung bergabung dalam perusahaan tersebut.

Hingga sampai sekarang, banyak perusahaan yang datang silih berganti untuk melakukan proses perekrutan pegawai dan dikarenakan stock SMK Brantas terbatas. Ahirnya diambil keputusan untuk mengundang sekolah lain se Jawa Timur agar bisa bergabung dalam setiap ada Perekrutan .biar bisa sama-sama memperoleh kesempatan untuk masuk dunia Industri melalui lowongan kerja yang dibuka di SMK ini. Tutur H.katno.

Dan menurut saya "sebenarnya semua manusia bisa berbuat baik serta kalau tanpa pamrih ,pasti berhasil dan sukses tentunya" hanya saja yang memang dirasa agak sulit, yaitu Yakin bahwa Allah pasti mengabulkan.
Banyak orang bicara yakin, tapi yang betul-betul tahu,paham serta mendekat pada Allah yang bisa ,Selain itu mereka masih ragu.

Serta yang tidak kalah penting, niat orang kerja ,1- melaksanakan perintah Allah ,2- sebaik-baiknya menjalankan perintah Allah harus dengan sempurna, 3- melaksanakan pekerjaan dengan ikhlas dan hanya mengejar ridho Allah Swt semata .
Saya bersyukur dengan siswa sekitar 2000 orang, nyatanya setiap tahun jumlah anak didik disini terus bertambah dan mereka berhasil dalam bidang kerjaan masing-masing ,hanya saja untuk tahun 2018 ini ,SMK Brantas hanya menampung 670 orang siswa karena keterbatasan tempat dan Quota itupun sekarang cuma kurang sedikit.
Pungkas Ir.H.Sukatno. (iwn/ipg).

BENCANA DI WILAYAH KABUPATEN MALANG SULIT DI PREDIKSI



Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA

MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mewaspadai terjadinya musibah pohon tumbang. Ini setelah hampir semua ruas jalan di Kabupaten Malang terdapat pohon peneduh di kanan dan kiri jalan. Terlebih, datangnya bencana angin kencang sulit diprediksi.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan pada wartawan (25/1) " terjadinya pohon tumbang tidak hanya dikarenakan adanya tiupan angin kencang. Melainkan juga disebabkan kondisi pohon yang sudah tua sehingga memasuki masa lapuk sehingga mudah roboh terguyur air hujan.

"Untuk itu, kami mengharap warga masyarakat hati-hati dan waspada di jalan. Terutama saat turun hujan disertai angin kencang yang belakangan sering melanda wilayah Kabupaten Malang," kata Bambang Istiawan.

Di samping itu, mantan Kasat pol PP ini juga menjelaskan, adanya pemasangan reklame di tepi jalan yang tidak standar juga patut di waspadai. Karena papan reklame tersebut mudah roboh ke jalan setelah diterjang angin kencang.

"Yang jelas, masyarakat harus bisa mengantisipasi segala kemungkinan dalam perjalanan," ungkapnya.

Sementara itu, selama tahun 2017 sampai menjelang akhir tahun , telah terjadi Lebih dari 70 bencana alam di Kabupaten Malang. Jumlah musibah bencana tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya periode sama yang mencapai 64 bencana alam.

Untuk jumlah bencana tanah longsor, ungkap Bambang Istiawan, masih cukup mendominasi terjadinya bencana alam di Kabupaten Malang yang mencapai 32 bencana tanah longsor. Disusul bencana angin kencang sebanyak 28 kejadian, bencana banjir terjadi 9 kejadian, dan tanah bergerak sebanyak 2 kejadian.

"Melihat kondisi terjadinya bencana alam selama tahun 2017 maka pada tahun 2018 dibutuhkan peningkatan kewaspadaan semua lapisan masyarakat di Kabupaten Malang. Apalagi cuaca ekstrim dalam musim penghujan yang terjadi sekarang ini potensi terjadinya bencana cukup besar," pungkasnya. (Iwn/bbg)

Menghindari Kerusakan Yang Lebih Parah, Tutup Jalan Jadi Alternatif.


Laporan – Iwan
Wartawan FOKUS BERITA

MALANG - Jalan rusak dan berlubang tak hanya di Kota Malang saja. Di Kabupaten Malang, total panjang jalan rusak malah mencapai lebih dari 2.400 kilometer. Total panjang jalan di kabupaten sekitar 16 ribu kilometer. Sejumlah titik jalan, seperti di Jalan Raya Gunung Kawi, Talangagung, Kepanjen sampai menyebabkan pengendara jatuh.

      Dinas Bina Marga Kabupaten Malang mengaku terus berupaya melakukan pengaspalan ulang kembali bagi jalan dengan kondisi rusak parah dan membahayakan keselamatan pengendara. Jalan Raya Gunung Kawi Talangagung memang belum diperbaiki.

     Namun, beberapa jalan yang sudah diaspal kembali, seperti di Jalan Raya Desa Karangduren, jalan tembus Desa Tangkilasari, Kecamatan Tajinan menuju Kecamatan Pakisaji. Selain itu, juga dilakukan pengaspalan hotmix di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir dan beberapa jalan menuju destinasi wisata, seperti menuju Pantai Balekambang.

     Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Ir. Romdhoni mengatakan (24/1) meski pihaknya telah berulangkali melakukan perbaikan jalan, namun panjang jalan rusak semakin bertambah. Mengingat dinasnya tersebut memiliki keterbatasan anggaran dan juga tanggungjawab pemeliharaan jalan sangat panjang serta membutuhkan biaya besar.

    “Maka dari itu, yang kami prioritaskan perbaikan jalan dengan melakukan hotmix kembali, di beberata titik vital. Seperti Jalan menuju destinasi wisata dan jalan yang sering dilintasi kendaraan,” urai Romdhoni.

     Dia menjelaskan, untuk jalan rusak lainnya, seperti berlobang, untuk sementara ini sebatas di tambal ulang. Kondisi tersebut, diakuinya memang kurang optimal. Lantaran saat ditambal, risikonya akan rusak kembali bila dilintasi kendaraan berat serta tergerus air hujan. “Setidaknya penambalan jalan yang dilakukan tim Sapu Lobang atau Salob ini, bisa sedikit kondisi kerusakan jalan tersebut,” tegas mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini.    Jalan berlubang tersebar di beberapa titik. Seperti di Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Desa Baleasri, Kecamatan Ngajum dan Desa Parangargo Kecamatan Wagir. Di beberapa jalan berlubang tersebut rentan terjadi kecelakaan lalulintas.

   “Maka dari itu, kami melakukan tambal ulang demi keselamatan pengendara,” imbuhnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, kendala dalam memperbaiki jalan rusak yakni anggaran yang ada belum seimbang dengan tugas merawat jalan yang sangat panjang. Total panjang jalan di Kabupaten Malang yakni 16 ribu kilometer.

   “Panjang jalan di Kabupaten Malang ini setara dengan 16 kali Jalan Anyer Panarukan yang melintas di jalur Pantura,” tegasnya.

   Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Di antaranya dengan mengusulkan beberapa jalan untuk ditingkatkan statusnya supaya menjadi kewenangan provinsi dan mendorong desa turut merawat jalan.

  “Perawatan maupun perbaikan jalan bisa menggunakan DD maupun ADD. Apabila desa juga mengganggarkan perbaikan jalan malah lebih bagus. Selain tugas kami menjadi lebih mudah, desa juga turut memiliki kepedulian serta tanggungjawan merawat jalan,” pungkasnya. 

  Sementara menurut Sabar kasi  pemeliharaan jalan , Sambil menunggu anggaran tahun 2018 turun, kita tutup sementara lubang lubang tersebut, karena selama hujan akan tetep seperti itu . kita tetep berupaya untuk mengatasi hal tersebut supaya lubang lubang jalan tersebut tidak melebar dan semakin parah, jelasnya.   ( bbg/iwn )